Kata Kata Mutiara Imam Ali Bin Abi Thalib

Posted on

Muslim Fiqih – Ali Bin Abi Thalib merupakan salah satu sahabat sekaligus sepupu Rasulullah SAW, hingga selanjutnya ia menikahi putri Rasulullah SAW yang sekaligus menjadikannya menantu Rasulullah SAW. Ali Bin Abi Thalib merupakan seorang yang saleh dan memiliki ilmu yang sangat tinggi serta kedudukan mulia disi ALLAH SWT. Imam Ali Bin Abi Thalib juga masuk dalam bundar ahlul bait Nabi Muhammad SAW. ia juga merupakan khalifah terakhir di masa khulafaur rasyidin.

baca juga : niat sholat 5 waktu

Semasa hidupnya Ali Bin Abi Thalib telah melanjutkan usaha Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan islam. banyak sekali petuah dan nasehat telah ia sampaikan. ilmunya seluas samudra dan bahkan Rasulullah mengatakan bahwa Ali merupakan pintu menuju ilmu. jikalau harus dijabarkan, maka pena dan kertas tak akan bisa menuliskan kata kata mutiara Ali Bin Abi Thalib.  untuk itu dibawah ini muslim fiqih akan sampaikan sedikit dari luasnya ilmu Imam Ali berupa perkataannya yang semoga bisa membawa pencerahan dan pesan yang tersirat bagi kita semua . . .

Kata Kata Mutiara Imam Ali Bin Abi Thalib :

Semulia-mulia kekayaan milik langsung yaitu meninggalkan banyak keinginan.

Jika engkau ingin mengetahui watak seseorang, maka ajaklah ia bertukar pikiran denganmu. Sebab, dengan bertukar pikiran itu, engkau akan mengetahui kadar keadilan dan ketidakadilannya, kebaikan dan keburukannya

Jadilah orang yang senang memberi tapi jangan menjadi pemboros. Jadilah orang yang hidup sederhana, tetapi jangan menjadi orang yang kikir.

Jangan menjelaskan perihal dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu.”

“Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik.”

“Setiap orang yang hendak dijemput oleh ajalnya meminta lebih banyak waktu. Sementara semua orang yang masih memiliki waktu membuat alasan untuk menunda-nunda.”

“Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya.”

“Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.”

“Selemah-lemah insan ialah orang yang tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg menyia-nyiakan sahabat yang telah dicari.”

Telanlah amarahmu alasannya kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa lebih manis dan lebih lezat daripada itu.

Sisihkan gelombang-gelombang kerisauan dengan kekuatan kesabaran dan keyakinan.

Jangan sekali-kali menyebabkan keluargamu paling menderita karenamu.

Bagianmu yang bersama-sama dari dunia ini yaitu yang memberimu kehormatan diri.

Jika kau biasakan dirimu meratapi segala yang hilang darimu, seharusnya engkau juga meratapi segala hal yang tidak kau peroleh.

Dua jenis insan yang tak kan merasa kenyang selama-lamanya: pencari ilmu dan pencari harta.

Barangsiapa yang melanggar batas kebenaran pasti kehilangan arah.

“Perkataan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yang diwarisi dari nenek moyang.”

“Allah telah memperlihatkan petunjuk kepadaku sehingga gue bisa mengenali diriku sendiri dengan segala kelemahan dan kehinaanku.”

“Pengkhianatan yang paling besar yaitu pengkhianatan umat, sedang pengkhianat yang paling keji yaitu pengkhianatan pemimpin.”

Sekiranya Tuhan tidak mengancam orang berdosa dengan hukuman-Nya sekalipun, sudah sewajarnya Ia ditaati sebagai ungkapan syukur atas nikmat dan karunianya.

Dosa yang paling berbahaya yaitu dosa yang diremehkan oleh pelakunya.

Tuhan mewajibkan atas orang terbelakang semoga ia berguru sebagaimana ia mewajibkan atas orang pandai semoga mengajarkan kepandaiannya.

Alangkah indahnya sikap merendah hati dari kaum hartawan terhadap kaum fakir miskin, demi memperoleh keridaan Allah. Namun yang lebih cantik lagi yaitu ketinggian hati kaum fakir miskin atas para hartawan disebabkan keyakinan berpengaruh mereka akan jaminan Allah.

Orang yang berdoa tanpa berzakat sama halnya mirip pemanah tanpa busur.

Memuji seseorang lebih daripada yang ia berhak menerimanya sama saja menjilatnya. Tetapi melalaikan kebanggaan bagi orang yang berhak menerimanya menunjukkan kebodohan dan kedengkian.

“Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu akan berkurang kalau dibelanjakan tetapi ilmu akan bertambah kalau diamalkan.”

“Lebih baik engkau menyerah sedang engkau sebagai orang yang adil, daripada engkau memilih menang dalam keadaan engkau sebagai orang yang zhalim.”

“Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya kalau orang lain mengucapkannya kepadamu.”

“Janganlah engkau mengecam iblis secara terang-terangan, sementara engkau yaitu temannya ketika dalam kesunyian.”

“Sahabat sejati yaitu belahan ruh, Saudara yaitu belahan badan.”

Bergaullah dengan cara mengundang ratap tangis orang bila engkau meninggal dunia, dan tariklah simpati mereka selama engkau masih hidup bersama mereka.

Sebodoh-bodoh insan yaitu yang tidak bisa mendapatkan kawan-kawan untuk dirinya, tetapi yang lebih terbelakang lagi yaitu membiarkan kawan-kawannya pergi setelah mendapatkannya.

Orang yang tertinggal karena kurangnya amal tidak akan dapat menyusul dengan kemuliaan nasabnya.

Kemenangan diperoleh dengan kebajikan. Kebajikan diperoleh dengan berpikir secara mendalam dan benar. Pikiran yang benar yaitu dengan menyimpan sebaik-baik rahasia.

“Sabar ada dua hal, yaitu : tabah terhadap apa yang kau benci, dan tabah terhadap apa yang kau suka.”

“Barangsiapa menyalakan api fitnah, maka ia sendiri yang akan menjadi materi bakarnya.”

“Memaafkan yaitu kemenangan terbaik.”

“Balas dendam terbaik yaitu hanya dengan memperbaiki diri sendiri.”

“Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percikan hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga mencicipi letih”.Lidah orang yang cerdik berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang terbelakang berada di belakang lidahnya.

Suatu perbuatan buruk yang kau sesali lebih utama di sisi Tuhan daripada perbuatan baik yang membuatmu gembira akan dirimu.

Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya. Ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaanya. Keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap kejahatan. Dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya.

Jangan sekali-kali merasa aib memberi walaupun sedikit, alasannya tidak memberi sama sekali pasti lebih sedikit nilainya.

Menjaga air muka yaitu hiasan bagi orang miskin, sebagaimana syukur yaitu hiasan bagi orang kaya.

Apabila sesuatu yang kau senangi tidak terjadi maka senangilah apa yang terjadi.

Setiap nafas seseorang yaitu sebuah langkah menuju ajalnya.

Tiada kekayaan lebih utama daripada akal. Tiada kepapaan lebih menyedihkan daripada kebodohan. Tiada warisan yang lebih baik daripada pendidikan. Dan tiada pembantu yang lebih baik daripada musyawarah.

Kesabaran itu ada dua macam: tabah atas sesuatu yang tidak kau ingin dan tabah menahan diri dari sesuatu yang kau ingini.

Pertolongan Tuhan diberikan kepada seseorang sekadar beratnya beban yang dipikulnya.

Keresahan (sikap mengeluh) yaitu setengah dari ketuaan.

Mintalah curahan rezeki Tuhan dengan banyak bersedekah.

Tidak sepatutunya seseorang merasa aman perihal dua hal: kesehatan dan kekayaan. Sekarang kelihatannya sehat, tiba tiba ia jatuh sakit. Sekarang ia kaya, tiba-tiba jatuh miskin.

Tidak baik berdiam diri perihal sesuatu yang diketahui dan tidak baik berbicara perihal sesuatu yang tak diketahui.

“Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal : kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.”

“Jangan membenci siapapun, tidak peduli berapa banyak mereka bersalah padamu. Hiduplah dengan rendah hati, tidak peduli seberapa kekayaanmu. Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu. Berikanlah banyak, meskipun mendapatkan sedikit. Tetaplah berafiliasi dengan orang-orang yang telah melupakanmu, dan ampuni yang bersalah padamu. Jangan berhenti berdoa untuk yang terbaik bagi orang yang kau cintai.”
Cabutlah kejahatan dari dalam hati saudaramu dengan mencabutnya dari dalam hatimu sendiri.

Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu, masuklah ke dalamnya alasannya ketakutan menghadapinya lebih menganggu daripada sesuatu yang kau takuti sendiri.

Sebagian orang beribadah kepada Tuhan semata-mata karena mengharapkan imbalan, dan itulah ibadahnya para pedagang. Sebagian lagi beribadah karena taku terkena hukuman, . dan itulah ibadahnya para hamba sahaya. Dan sebagian lagi beribadah karena bersyukur kepada Allah, dan itulah ibadahnya orang-orang yang merdeka jiwanya.

Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat-tempat yang mencurigakan janganlah ia menyalahkan orang lain yang berburuk sangka kepadanya.

Pergunjingan yaitu puncak kemampuan orang-orang yang lemah.

Apabila kau jatuh miskin, berdaganglah dengan Allah, yaitu dengan cara memperbanyak sedekah.

Pekerjaan tangan yang paling sederhana sekalipun demi mempertahankan harga diri seseorang, jauh lebih utama daripada kekayaan yang disertai penyelewengan.

“Seorang sahabat tidak bisa dianggap sahabat hingga ia diuji dalam tiga kesempatan : di ketika membutuhkan, di belakang Anda, dan setelah kematian Anda.”

“Orang yang terlalu memikirkan jawaban dari sesuatu keputusan atau tindakan, hingga kapanpun ia tidak akan menjadi orang yang berani.”

“Ketahuilah bahwa sabar, kalau dipandang dalam permasalahan seseorang yaitu menyerupai kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, kalau kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.”
Mencukupkan diri dengan sesuatu yang berada di tanganmu lebih kusukai bagimu daripada usahamu memperoleh apa yang ada di tangan orang lain. Pahitnya kegagalan untuk memiliki sesuatu, lebih manis daripada memintanya dari orang lain.

Bila sikap lemah lembut hanya menimbulkan timbulnya kekerasan maka kekerasan yaitu suatu bentuk kelembutan hati.

Adakalanya yang sedikit lebih berkah daripada yang banyak.

“Ilmu tanpa logika menyerupai mirip memiliki sepatu tanpa kaki. Dan logika tanpa ilmu menyerupai mirip memiliki kaki tanpa sepatu.”

“Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya.”

“Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya.”
Bersegeralah menggunakan kesempatan yang ada sebelum ia berkembang menjadi penyesalan.

Sebagian obat justru menjadi penyebab datangnya penyakit, sebagaimana sesuatu yang menyakitkan adakalanya menjadi obat penyembuh.

Tidak ada gunanya seorang penolong yang selalu menghina atau sahabat yang selalu berburuk sangka.

Kuasailah musuhnya dengan kebajikan. Itulah yang paling manis di antara kemenangan.

Nasihat diatas merupakan sedikit dari kata kata bijak Imam Ali Bin Abi Thalib yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat dan menjadikan kita berada dalam jalan yang lurus dan senantiasa taat pada ALLAH SWT. Wallahu a’lam